
Masih ingatkah kalian dengan Film Teletubbies yang sangat kita gemari pada waktu masa kecil kita dulu?
Ya, film Teletubbies merupakan film yang memang dikhusukan unutk penonton anak-anak dan ditanyangin sekitar tahun 1997-2001 di layar kaca kita masing-masing. Namun siapa sangka kalau bukit yang keren pada film tersebut rupanya ada di dunia nyata dan pastinya masih di Tanah Air kita tercinta yaitu Indonesia.
Bukit itu namanya Bukit Telang yang letaknya ada di Kota Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan. Terus terang aja sebelumnya saya pun belum pernah tahu tentang letak/keberadaan bukit ini. Itu semua diawali dari iseng-iseng aja browsing di media sosial yang pada akhirnya saya mengetahui kalau bukit itu adanya di Kalimantan Selatan.
Saya pun memutuskan akhirnya untuk membeli tiket pesawat untuk mengunjungi tempat tersebut yang lokasinya ada di Kalimantan Selatan. Siapa sangka bahwa perjalanan kali ini bisa dibilang perjalanan dadakan karena memang sebelumnya saya tidak berniat untuk mengunjungi bukit tersebut, terlebih lagi dikarnakan seumur-seumur belum pernah yang namanya main ke daerah Pulau Kalimantan.
Bulan Februari 2016, saya bergegas untuk berangkat ke Bandara Soekarno Hatta pada sore hari karena memang sebelumnya saya sudah memesan tiket pesawat untuk keberangkatan sore hari. Perjalanan dari Jakarta ke Kalimantan Selatan itu memakan waktu kurang lebih 1 jam dan setibanya di Bandara Syamsudin Noor Kalimantan Selatan, saya langsung mencari makan karena memang waktu udah sore hari juga dan perut kriuk-kriuk pas di pesawat telebih memang saya menunggu teman saya yang ingin menjemput saya di bandara. Setelah makan, tidak lama ternyata teman saya memang merupakan orang asli Kalimantan Selatan pun datang untuk menjemput. Kami pun segera memasuki kendaraan yang telah disiapkan olehnya untuk beristirahat dan bermalam dirumahnya karena memang sudah larut malam.
Keesokan harinya, saya memintanya untuk mencari penginapan untuk saya tinggal selama di Banjarmasin karena saya tidak enak untuk menginap berhari-hari di rumahnya. Setelah berkeliling mengitari kota Banjarmasin untuk mencari penginapan ternyata harganya cukup mahal jika diitinggali untuk berhari-hari, sehingga saya berbicara dengan teman saya agar saya dicarikan sebuah kosan saja yang bisa disewa harian. Siapa sangka ternyata memang benar kalau harga kosan di kota Banjarmasin terbilang cukup murah karena saya pun tidak tau untuk berapa lama berada di Banjarmasin pada waktu itu, bisa dibilang saya ingin juga berkunjung ke wisata-wisata yang ada di Kalimantan Selatan. Setelah melakukan negoisasi yang cukup panjang dengan ibu kos nya kami pun sepakat kalau harga kosan yang diberikan harganya 500 ribu per bulan. Saya pun merasa cukup beruntung karena ternyata harga tersebut cukup terbilang murah dibandingkan di kota-kota besar seperti Jakarta terlebih kosan tersebut memiliki kamar yang cukup besar dan kamar mandi dalam.
Setelah saya memasuki kosan tersebut dan bersih-bersih karena memang kosan tersebut sudah kosong selama kurang lebih 2 minggu sehingga kotor jika tidak dibersihkan. Selama 2 hari penuh, saya memanfaatkan waktu untuk berkeliling-keliling kota Banjarmasin untuk mengetahui bagaimana kehidupan di kota tersebut serta kulinernya. Ternyata kota Banjarmasin sangatlah kecil namun kota tersebut sangatlah bersih.
Hari Keempat,
Saya sudah tidak sabar lagi untuk mengejar destinasi yang memang sangat saya idam-idamkan sejak dari Jakarta lalu. Namun bisa dibilang saya kurang beruntung karena ternyata teman saya tidak bisa untuk mengantarkan saya kesana karena memang dia bekerja selama weekdays, saya pun mencoba alternatif lain untuk mencari informasi sebuah komunitas traveling yang ada di Banjarmasin karena saya sudah tidak sabar untuk mengunjungi Bukit Telang. Singkat cerita saya pun berhasil mendapatkan kontak yang dapat mengantarkan saya ke tempat tersebut melalui media sosial dan juga beruntungnya mereka memang ingin pergi kesana saya pun segera meminta izin teman saya untuk meminjam sepeda motornya untuk bisa mengunjungi destinasi tersebut.
Hari Kelima,
Tepatnya pukul 02.30, saya pun bertemu ditempat yang sudah kami janjikan sebelumnya melalui Line dan memang kebetulan tempat tersebut merupakan tempat yang kebetulan searah dengan Bukit Telang Tersebut. Setelah bertemu, kami pun tidak berlama-lama lagi dan langsung saja berangkat dengan mengendarai sepeda motor. Selama perjalanan kita pun harus melewati jalan yang sangat panjang dan harus berhati-hati karena jalan untuk kesana cukup gelap diakibatkan masih jarang lampu jalanan sepanjang jalan dan tidak jarang truk-truk besar yang melintas di jalan tersebut.
Setelah menempuh waktu kurang lebih 2 jam dari Banjarmasin tibalah kami di Pelaihari dan ternyata itu pun belum sampai di bukit tersebut. Kami masih harus memasuki jalan melewati perkampungan, hutan dan perkebunan sawit lagi untuk dapat sampai bukit tersebut. Medan yang kami lewati pun berupa tanah liat dan bebatuan yang sangat licin dan tergenang air karena memang sebelumnya tempat tersebut habis diguyur hujan. Selama 30 menit kami menempuh medan yang sangat sulit dan tidak sekali sepeda motor kami tergelincir dan hampir jatuh kami pun tiba di sebuah pondok kecil yang terbuat dari kayu.
Sesampainya di pondok kecil tersebut ternyata itu adalah memang tempat pemberhentian terakhir untuk dapat mencapai puncak Bukit Telang tersebut. Kami pun langsung memarkirkan motor kami di sekitar pondok tersebut dan karena memang tidak ada yang menjaga kami pun tidak membayar retribusi tersebut namun menurut info yang diberikan teman saya bahwa biasanya setiap pengunjung dikenakan biaya retribusi sebesar Rp.5000. Kami pun melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki untuk mendaki ke puncak bukit tersebut. Untuk mencapai puncak bukit tersebut memakan waktu sekitar 15 menit dengan melewati sungai kecil, pepohonanan besar dan jalan setapak yang tentunya licin karena habis di landa hujan.
Finally, kami akhirnya tiba dipuncak dalam keadaan masih gelap dan memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu untuk menyambut terbitnya sang fajar. Kami sampai di puncak sekitar pukul 05.45, tak berselang lama matahari pun mulai menampakkan wujudnya dengan perlahan dan tersipu malu. Setelah keadaan terang, ternyata betul saja bahwa bukit Teletubbies yang dulunya kita hanya melihatnya di televisi, pada waktu itu dapat dinikmati di dunia nyata!






Tidak ada komentar:
Posting Komentar