Langit biru, ditambah gradasi warna laut yang selalu memanjakan mata bagi seorang yang mecintai pantai mungkin sudah sangat biasa kita dengar. Namun sesekali kamu juga harus merasakan bagaimana nikmatnya dari sebuah pendakian yang dapat mengantarkan kamu ke titik tertinggi suatu tempat yang memberikan pesona berbeda dengan pantai.
Namun memang tidak bisa
dipungkiri masih banyak para pendaki pemula di Indonesia yang ragu untuk
melakukan sebuah pendakian akibat daripada berbagai tragedi, kecelakaan dan menjadi
korban pada saat mendaki gunung dan menjadikannya sebagai stigma untuk takut
mendaki sebuah gunung. Sebenarnya stigma seperti itu dapat kamu ubah karena
umumnya kesalahan-kesalahan tersebut dilakukan oleh para pendaki pemula yang
kurang memperhatikan dan tidak siap dalam memulai suatu pendakian.
Perlu diketahui untuk memulai
suatu pendakian tentunya kita harus mempersiapkan berbagai hal antara lain
perbekalan, keadaan fisik dan alat-alat yang dibutuhkan untuk membantu kamu
pada saat mendaki gunung. Kamu juga dapat meneliti terlebih dahulu tentang bagaimana
karakter, jarak tempuh, serta mata air pada setiap gunung mana yang akan kamu
daki tentunya dari berbagai artikel/majalah yang sudah pernah di sharing oleh
sejumlah pendaki.
Bagi seorang yang memiliki hobi
mendaki gunung mungkin tidak pernah meragukan sedikitpun tentang sejumlah
pesona yang akan ditawarkan oleh setiap gunung khususnya gunung yang terdapat
di Indonesia. Diantara sejumlah list gunung yang ada Indonesia, pastikan kamu
tidak melewatkan Gunung Raung. Gunung Raung ini berada di ujung timur Pulau
Jawa, Indonesia yang secara administratif kawasan gunung ini termasuk dalam
tiga kabupaten di wilayah Besuki, Jawa Timur, yaitu Banyuwangi, Bondowoso dan
Jember. Gunung Raung juga merupakan salah satu jenis gunung yang memiliki jalur
pendakian yang cukup ekstrim dan rumit di Indonesia, terlebih karena Gunung
tersebut juga tidak memiliki mata air pada setiap jalur pendakiaannya.
Gunung raung memiliki sebuah
pesona tersendiri yang dapat memanjakan mata para pendaki karena terdapat pada Kaldera Gunung Raung yang indah
dan terbesar kedua di Indonesia setelah Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat.
Terdapat juga empat titik puncak pada gunung ini antara lain Puncak, Bendera,
Puncak 17, Puncak Tusuk Gigi, dan yang tertinggi adalah Puncak Sejati berada
diketinggian 3.344 mdpl. Menggapai Puncak Sejati Gunung Raung tidaklah seperti
mendaki gunung pada umumnya karena kamu tentunya harus mempersiapkan peralatan climbing pada setiap titik pendakian
sejak dimulai dari Puncak Bendera.
Mengawali suatu pendakian Gunung
Raung tentunya kamu perlu mempersiapkan beberapa dokumen perizininan antara
lain fotokopi KTP dan surat kesehatan dari puskesmas atau rumah sakit. Setelah
selesai mengurus perizinan di Basecamp Gunung Raung maka kamu diberikan izin
untuk mendaki gunung tersebut. Pada basecamp tersebut juga disediakan jasa
porter & guide, dan ojek untuk melancarkan pendakian kamu terlebih jika
kamu seorang pendaki pemula. Harga yang ditawarkan untuk menyewa jasa porter
dan guide sangatlah bervariatif mulai dari harga tiga ratus lima puluh ribu
rupiah hingga tujuh ratus lima puluh ribu rupiah sudah termasuk dengan sewa
alat untuk mendukung pendakian dan tergantung dari banyaknya air mineral yang
akan dibawa untuk keperluan kamu selama pendakian. Tentunya agar mendapatkan
harga porter dan guide yang lebih murah kamu juga bisa membawa tiga liter air
sendiri untuk keperluan kamu diperjalanan. Untuk jasa ojek yang akan mengantarkan
kamu selama kurang lebih satu jam ke gerbang awal pendakian adalah sebesar
empat puluh ribu rupiah. Ojek yang disediakan juga cukup unik karena mereka
cukup menggunakan motor biasa saja sewaktu mengantarkan kamu padahal medan yang
dilewati merupakan jalan terjal berbatuan dan sempit agar dapat sampai dengan
selamat. Namun keahlian mereka dalam berkendara tidak perlu diragukan karena
mereka merupakan orang yang sudah sangat menguasai medan tersebut. Gerbang awal
pendakian Gunung Raung ini adalah sebuah kebun kopi milik para warga sekitar
yang menggantungkan hidupnya pada penjualan kopi tersebut.
Gunung raung memiliki sembilan
camp pendakian dan rata-rata setiap camp memiliki jarak tempuh sekitar empat
puluh lima menit sampai satu jam kecuali dari pos satu ke pos dua yang membutuhkan
waktu dua jam. Pada umumnya pendakian gunung ini menghabiskan waktu empat hari
tiga malam atau tiga hari dua malam tergantung pada setiap kemampuan para
pendaki. Hal yang perlu diingat adalah
bagaimana cara kamu untuk mengatur di camp mana kamu akan beristirahat dan
bermalam. Tidak jarang para pendaki sangat tidak memperhatikan hal tersebut
karena setiap camp memiliki kapasitas camp yang sangat terbatas. Jangan sampai
karena kamu tidak kebagian tempat untuk mendirikan tenda sehingga kamu harus
kembali turun ke camp sebelumnya atau melanjutkan pendakian untuk ke camp
selanjutnya padahal kondisi badan sudah sangat lelah. Gunung Raung sendiri
memiliki dua camp favorit yaitu camp tiga dan camp tujuh dimana camp tersebut
memiliki spot yang cukup luas untuk mendirikan tenda dan berisitirahat.
Uniknya lokasi camp tiga dan camp
tujuh ternyata bukan hanya sekedar tempat beristirahat saja karena ternyata
lokasi ini juga dimanfaatkan oleh porter sebagai tempat persediaan air mineral
yang akan kamu gunakan untuk memasak dan lainnya ketika kamu sampai disana
dengan cara dikubur di dalam tanah yang harus digali terlebih dahulu. Bagi para
pendaki camp 7 merupakan tempat favorit terakhir untuk mendirikan tenda,
beristirahat sambil menikmati sunset setelah tenaga kamu habis dikuras selama
pendakian sebelum memulai summit attack.

Mengenai summit attack biasanya
para pendaki harus bangun pada pukul tiga pagi karena masih harus menghabiskan
waktu dua jam untuk melewati camp delapan dan camp sembilan untuk dapat sampai
di Puncak Bendera. Sesampainya di Puncak Bendera kamu akan dibantu oleh seorang
guide untuk memasangkan perlengkapan safety di bagian tubuh kamu. Puncak
Bendera juga merupakan batas akhir vegetasi Gunung Raung karena setelah itu
kamu hanya akan melihat trek bebatuan dan berpasir Perlu diingat untuk menyururi trek ini
dibutuhkan konsentrasi ekstra serta kehati-hatian karena trek yang akan kita
lewati cukup kecil lebarnya, sisi kiri kanannya pun langsung berhadapan dengan
jurang yang sangat dalam dan sebisa
mungkin janganlah kamu membuat suatu kesalahan kecil pun yang dapat
membahayakan diri kamu jika kamu masih sayang dengan nyawamu. Umumnya, guide
akan jalan lebih dahulu untuk membuka jalan pada setiap spot-spot yang sangat
dibutuhkan untuk mempermudah para pendaki melewati medan yang sangat sulit.


Dari Puncak Bendera kamu akan berjalan menurun dengan menyusuri batu-batuan besar dengan jalan setapak yang sisi kanannya terdapat jurang yang sangat dalam, setelah itu kamu dihadapkan dengan sebuah rintangan yaitu tebing sembilan puluh derajat yang tingginya kurang lebih sekitar tujuh meter ke atas sehingga kamu harus memanjat tebing tersebut dengan sambil menarik seutas tali yang sebelumnya telah disiapkan oleh guide

Dari Puncak Bendera kamu akan
berjalan menurun dengan menyusuri batu-batuan besar dengan jalan setapak yang
sisi kanannya terdapat jurang yang sangat dalam, setelah itu kamu dihadapkan
dengan sebuah rintangan yaitu tebing sembilan puluh derajat yang tingginya
kurang lebih sekitar tujuh meter ke atas sehingga kamu harus memanjat tebing
tersebut dengan sambil menarik seutas tali yang sebelumnya telah disiapkan oleh
guide. Sesampainya kita di Puncak 17 Gunung Raung setelah melewati rintangan
tersebut, lagi-lagi kita masih harus melanjutkan perjalanan dengan cara
menuruni tebing yang curam dan kemudian kita dihadapkan dengan sebuah spot yang
dinamakan “Jembatan Shirathal Mustaqim”, istilah yang digunakan pada spot ini
memang benar-benar sesuai dengan namanya karena bayangkan saja jika kamu harus
dituntut untuk memiliki rasa pecaya diri yang tinggi agar dapat melewati spot
ekstrim tersebut. Trek ini benar-benar memacu adrenalin karena kamu harus berjalan diatas medan berpasir
yang sangat licin dan hanya memiliki lebar dua meter yang sisi kanannya
terdapat jurang yang sangat lah dalam.

Setelah melewati “Jembatan
Shirathal Mustaqim” ini maka kamu bertemu dengan sebuah tebing curam tujuh puluh
lima derajat yang menurun, dengan berpegang dengan seutas tali kamu dapat turun
dengan cara mengulur tali tersebut secara perlahan. Setelah turun dari tebing
tersebut, perjalanan pun dilanjutkan dengan cara berjalan menurun terus menerus
melewati trek bebatuan. Sesampainya dibawah kamu juga dapat beristirahat dan
berteduh dibalik batu-batu besar sebelum melakukan pendakian ke Puncak Tusuk
Gigi. Sebenarnya dari lokasi perisitirahatan ini kamu sudah dapat melihat ke
atas bagaimana gagahnya Puncak Tusuk Gigi tersebut berdiri, namun waktu yang masih
dibutuhkan untuk sampai ke Puncak Tusuk Gigi tersebut adalah sekitar tiga puluh
menit.



Pendakian menuju Puncak Tusuk
Gigi ini juga sangat memerlukan konsentrasi dan tidak boleh lengah sedikitpun
karena medan bebatuan ini jika diinjak sangatlah rawan longsor, sehingga kamu
perlu memperhatikan para pendaki yang berada diatas kamu karena tidak jarang
banyak pendaki yang tertimpa bebatuan akibat dari peristiwa longsornya bebatuan
tersebut. Dari Puncak Tusuk Gigi kamu sudah sangatlah dekat dengan Puncak Sejati
yaitu puncak tertinggi Gunung Raung, cukup dengan berjalan sambil memanjat
sekitar lima belas menit kamu sudah sampai di Puncak Sejati tersebut.

Untuk mengetahui apakah kamu
telah sampai di Puncak Sejati maka akan terlihat sebuah plang yang bertuliskan
“CONGRATULATION NOW YOU ARE AT PUNCAK SEJATI MT.RAUNG 3.344 MDPL”. Pada Puncak
Sejati inilah kamu dapat melihat sebuah pesona kaldera yang sangat luas dan
dipenuhi lautan abu vulkanik berwarna abu-abu kehitaman serta adanya satu anak
gunung yang masih aktif dan mengeluarkan asap keatas langit. Bagi para pendaki
tentunya pemandangan seperti ini adalah pemandangan yang sangat sempurna dimana
mereka dapat melihat sebuah kaldera yang besar dan diselimuti awan-awan tanpa
tertutup kabut tebal.

Sesungguhnya Gunung Raung ini
memang tidak menawarkan sebuah hamparan savanah luas layaknya Gunung Merbabu
dan juga tidak menawarkan sebuah danau biru luas yang indah layaknya Gunung
Rinjani. Namun gunung ini merupakan suatu tempat dimana kamu dapat belajar
tentang rendah hati, persaudaraan, displin dan tentunya untuk setiap pendaki
yang sangat ingin menguji mentalnya. Jadi bisa dikatakan bahwa setiap gunung
pada umumnya memiliki ciri masing-masing dan menawarkan berbagai macam pesona
yang berbeda-beda namun itu dikembalikan lagi pada setiap pendaki itu sendiri.



Kereeeeeeeeeeeeeen bangeeeeet. Fix bikin mupeng.
BalasHapushaha kesana lah bang :)
Hapus