MOUNT RAUNG - ADA HAL BARU DI PUNCAK SEJATI!


Langit biru, ditambah gradasi warna laut yang selalu memanjakan mata bagi seorang yang mecintai pantai mungkin sudah sangat biasa kita dengar. Namun sesekali kamu juga harus merasakan bagaimana nikmatnya dari sebuah pendakian yang dapat mengantarkan kamu ke titik tertinggi suatu tempat yang memberikan pesona berbeda dengan pantai.

Namun memang tidak bisa dipungkiri masih banyak para pendaki pemula di Indonesia yang ragu untuk melakukan sebuah pendakian akibat daripada berbagai tragedi, kecelakaan dan menjadi korban pada saat mendaki gunung dan menjadikannya sebagai stigma untuk takut mendaki sebuah gunung. Sebenarnya stigma seperti itu dapat kamu ubah karena umumnya kesalahan-kesalahan tersebut dilakukan oleh para pendaki pemula yang kurang memperhatikan dan tidak siap dalam memulai suatu pendakian.

Perlu diketahui untuk memulai suatu pendakian tentunya kita harus mempersiapkan berbagai hal antara lain perbekalan, keadaan fisik dan alat-alat yang dibutuhkan untuk membantu kamu pada saat mendaki gunung. Kamu juga dapat meneliti terlebih dahulu tentang bagaimana karakter, jarak tempuh, serta mata air pada setiap gunung mana yang akan kamu daki tentunya dari berbagai artikel/majalah yang sudah pernah di sharing oleh sejumlah pendaki.

Bagi seorang yang memiliki hobi mendaki gunung mungkin tidak pernah meragukan sedikitpun tentang sejumlah pesona yang akan ditawarkan oleh setiap gunung khususnya gunung yang terdapat di Indonesia. Diantara sejumlah list gunung yang ada Indonesia, pastikan kamu tidak melewatkan Gunung Raung. Gunung Raung ini berada di ujung timur Pulau Jawa, Indonesia yang secara administratif kawasan gunung ini termasuk dalam tiga kabupaten di wilayah Besuki, Jawa Timur, yaitu Banyuwangi, Bondowoso dan Jember. Gunung Raung juga merupakan salah satu jenis gunung yang memiliki jalur pendakian yang cukup ekstrim dan rumit di Indonesia, terlebih karena Gunung tersebut juga tidak memiliki mata air pada setiap jalur pendakiaannya.
Gunung raung memiliki sebuah pesona tersendiri yang dapat memanjakan mata para pendaki karena  terdapat pada Kaldera Gunung Raung yang indah dan terbesar kedua di Indonesia setelah Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat. Terdapat juga empat titik puncak pada gunung ini antara lain Puncak, Bendera, Puncak 17, Puncak Tusuk Gigi, dan yang tertinggi adalah Puncak Sejati berada diketinggian 3.344 mdpl. Menggapai Puncak Sejati Gunung Raung tidaklah seperti mendaki gunung pada umumnya karena kamu tentunya harus mempersiapkan peralatan climbing pada setiap titik pendakian sejak dimulai dari Puncak Bendera.

Mengawali suatu pendakian Gunung Raung tentunya kamu perlu mempersiapkan beberapa dokumen perizininan antara lain fotokopi KTP dan surat kesehatan dari puskesmas atau rumah sakit. Setelah selesai mengurus perizinan di Basecamp Gunung Raung maka kamu diberikan izin untuk mendaki gunung tersebut. Pada basecamp tersebut juga disediakan jasa porter & guide, dan ojek untuk melancarkan pendakian kamu terlebih jika kamu seorang pendaki pemula. Harga yang ditawarkan untuk menyewa jasa porter dan guide sangatlah bervariatif mulai dari harga tiga ratus lima puluh ribu rupiah hingga tujuh ratus lima puluh ribu rupiah sudah termasuk dengan sewa alat untuk mendukung pendakian dan tergantung dari banyaknya air mineral yang akan dibawa untuk keperluan kamu selama pendakian. Tentunya agar mendapatkan harga porter dan guide yang lebih murah kamu juga bisa membawa tiga liter air sendiri untuk keperluan kamu diperjalanan. Untuk jasa ojek yang akan mengantarkan kamu selama kurang lebih satu jam ke gerbang awal pendakian adalah sebesar empat puluh ribu rupiah. Ojek yang disediakan juga cukup unik karena mereka cukup menggunakan motor biasa saja sewaktu mengantarkan kamu padahal medan yang dilewati merupakan jalan terjal berbatuan dan sempit agar dapat sampai dengan selamat. Namun keahlian mereka dalam berkendara tidak perlu diragukan karena mereka merupakan orang yang sudah sangat menguasai medan tersebut. Gerbang awal pendakian Gunung Raung ini adalah sebuah kebun kopi milik para warga sekitar yang menggantungkan hidupnya pada penjualan kopi tersebut.

Gunung raung memiliki sembilan camp pendakian dan rata-rata setiap camp memiliki jarak tempuh sekitar empat puluh lima menit sampai satu jam kecuali dari pos satu ke pos dua yang membutuhkan waktu dua jam. Pada umumnya pendakian gunung ini menghabiskan waktu empat hari tiga malam atau tiga hari dua malam tergantung pada setiap kemampuan para pendaki. Hal yang perlu  diingat adalah bagaimana cara kamu untuk mengatur di camp mana kamu akan beristirahat dan bermalam. Tidak jarang para pendaki sangat tidak memperhatikan hal tersebut karena setiap camp memiliki kapasitas camp yang sangat terbatas. Jangan sampai karena kamu tidak kebagian tempat untuk mendirikan tenda sehingga kamu harus kembali turun ke camp sebelumnya atau melanjutkan pendakian untuk ke camp selanjutnya padahal kondisi badan sudah sangat lelah. Gunung Raung sendiri memiliki dua camp favorit yaitu camp tiga dan camp tujuh dimana camp tersebut memiliki spot yang cukup luas untuk mendirikan tenda dan berisitirahat. 
Uniknya lokasi camp tiga dan camp tujuh ternyata bukan hanya sekedar tempat beristirahat saja karena ternyata lokasi ini juga dimanfaatkan oleh porter sebagai tempat persediaan air mineral yang akan kamu gunakan untuk memasak dan lainnya ketika kamu sampai disana dengan cara dikubur di dalam tanah yang harus digali terlebih dahulu. Bagi para pendaki camp 7 merupakan tempat favorit terakhir untuk mendirikan tenda, beristirahat sambil menikmati sunset setelah tenaga kamu habis dikuras selama pendakian sebelum memulai summit attack.

Image may contain: sky, tree, outdoor and nature

Mengenai summit attack biasanya para pendaki harus bangun pada pukul tiga pagi karena masih harus menghabiskan waktu dua jam untuk melewati camp delapan dan camp sembilan untuk dapat sampai di Puncak Bendera. Sesampainya di Puncak Bendera kamu akan dibantu oleh seorang guide untuk memasangkan perlengkapan safety di bagian tubuh kamu. Puncak Bendera juga merupakan batas akhir vegetasi Gunung Raung karena setelah itu kamu hanya akan melihat trek bebatuan dan berpasir  Perlu diingat untuk menyururi trek ini dibutuhkan konsentrasi ekstra serta kehati-hatian karena trek yang akan kita lewati cukup kecil lebarnya, sisi kiri kanannya pun langsung berhadapan dengan jurang yang sangat  dalam dan sebisa mungkin janganlah kamu membuat suatu kesalahan kecil pun yang dapat membahayakan diri kamu jika kamu masih sayang dengan nyawamu. Umumnya, guide akan jalan lebih dahulu untuk membuka jalan pada setiap spot-spot yang sangat dibutuhkan untuk mempermudah para pendaki melewati medan yang sangat sulit.

Image may contain: mountain, sky, outdoor and nature

Image may contain: mountain, sky, outdoor and nature

Dari Puncak Bendera kamu akan berjalan menurun dengan menyusuri batu-batuan besar dengan jalan setapak yang sisi kanannya terdapat jurang yang sangat dalam, setelah itu kamu dihadapkan dengan sebuah rintangan yaitu tebing sembilan puluh derajat yang tingginya kurang lebih sekitar tujuh meter ke atas sehingga kamu harus memanjat tebing tersebut dengan sambil menarik seutas tali yang sebelumnya telah disiapkan oleh guide

Image may contain: one or more people, outdoor and nature

Dari Puncak Bendera kamu akan berjalan menurun dengan menyusuri batu-batuan besar dengan jalan setapak yang sisi kanannya terdapat jurang yang sangat dalam, setelah itu kamu dihadapkan dengan sebuah rintangan yaitu tebing sembilan puluh derajat yang tingginya kurang lebih sekitar tujuh meter ke atas sehingga kamu harus memanjat tebing tersebut dengan sambil menarik seutas tali yang sebelumnya telah disiapkan oleh guide. Sesampainya kita di Puncak 17 Gunung Raung setelah melewati rintangan tersebut, lagi-lagi kita masih harus melanjutkan perjalanan dengan cara menuruni tebing yang curam dan kemudian kita dihadapkan dengan sebuah spot yang dinamakan “Jembatan Shirathal Mustaqim”, istilah yang digunakan pada spot ini memang benar-benar sesuai dengan namanya karena bayangkan saja jika kamu harus dituntut untuk memiliki rasa pecaya diri yang tinggi agar dapat melewati spot ekstrim tersebut. Trek ini benar-benar memacu adrenalin karena  kamu harus berjalan diatas medan berpasir yang sangat licin dan hanya memiliki lebar dua meter yang sisi kanannya terdapat jurang yang sangat lah dalam.
No automatic alt text available.

Setelah melewati “Jembatan Shirathal Mustaqim” ini maka kamu bertemu dengan sebuah tebing curam tujuh puluh lima derajat yang menurun, dengan berpegang dengan seutas tali kamu dapat turun dengan cara mengulur tali tersebut secara perlahan. Setelah turun dari tebing tersebut, perjalanan pun dilanjutkan dengan cara berjalan menurun terus menerus melewati trek bebatuan. Sesampainya dibawah kamu juga dapat beristirahat dan berteduh dibalik batu-batu besar sebelum melakukan pendakian ke Puncak Tusuk Gigi. Sebenarnya dari lokasi perisitirahatan ini kamu sudah dapat melihat ke atas bagaimana gagahnya Puncak Tusuk Gigi tersebut berdiri, namun waktu yang masih dibutuhkan untuk sampai ke Puncak Tusuk Gigi tersebut adalah sekitar tiga puluh menit.

Image may contain: mountain, sky, outdoor and nature

Image may contain: mountain, sky, outdoor and nature

Image may contain: sky, mountain, cloud, outdoor and nature

Pendakian menuju Puncak Tusuk Gigi ini juga sangat memerlukan konsentrasi dan tidak boleh lengah sedikitpun karena medan bebatuan ini jika diinjak sangatlah rawan longsor, sehingga kamu perlu memperhatikan para pendaki yang berada diatas kamu karena tidak jarang banyak pendaki yang tertimpa bebatuan akibat dari peristiwa longsornya bebatuan tersebut. Dari Puncak Tusuk Gigi kamu  sudah sangatlah dekat dengan Puncak Sejati yaitu puncak tertinggi Gunung Raung, cukup dengan berjalan sambil memanjat sekitar lima belas menit kamu sudah sampai di Puncak Sejati tersebut.

Image may contain: sky, mountain, cloud, outdoor and nature


Untuk mengetahui apakah kamu telah sampai di Puncak Sejati maka akan terlihat sebuah plang yang bertuliskan “CONGRATULATION NOW YOU ARE AT PUNCAK SEJATI MT.RAUNG 3.344 MDPL”. Pada Puncak Sejati inilah kamu dapat melihat sebuah pesona kaldera yang sangat luas dan dipenuhi lautan abu vulkanik berwarna abu-abu kehitaman serta adanya satu anak gunung yang masih aktif dan mengeluarkan asap keatas langit. Bagi para pendaki tentunya pemandangan seperti ini adalah pemandangan yang sangat sempurna dimana mereka dapat melihat sebuah kaldera yang besar dan diselimuti awan-awan tanpa tertutup kabut tebal.

Image may contain: one or more people, mountain, sky, outdoor and nature


Sesungguhnya Gunung Raung ini memang tidak menawarkan sebuah hamparan savanah luas layaknya Gunung Merbabu dan juga tidak menawarkan sebuah danau biru luas yang indah layaknya Gunung Rinjani. Namun gunung ini merupakan suatu tempat dimana kamu dapat belajar tentang rendah hati, persaudaraan, displin dan tentunya untuk setiap pendaki yang sangat ingin menguji mentalnya. Jadi bisa dikatakan bahwa setiap gunung pada umumnya memiliki ciri masing-masing dan menawarkan berbagai macam pesona yang berbeda-beda namun itu dikembalikan lagi pada setiap pendaki itu sendiri.


2 komentar: